Select Page

Dalam dunia design ada 2 macam model warna yaitu CMYK dan RGB. Apa saja perbedaan antara kedua model warna tersebut serta hubungannya dalam membuat desain? Yuk mari kita telusuri lebih detail mengenai model warna tersebut sebelum membuat desain yang kece dan dapat digunakan pada semua media..

Unsur warna CMYK?

  • CMYK merupakan 4 warna subtractive yang digunakan untuk mencetak dan keperluan tinta. Keempat warna tersebut yaitu C-yan, M-agenta,Y-ellow, dan Key (black). CMYK adalah sebuah model warna yang umum dipergunakan dalam pencetakan berwarna. 
  • Dalam proses pencetakan gambar sedikitnya ada 4 warna (CMYK) sehingga tercapai warna gambar yang relative sempurna. CMYK disebut juga sebagai Tinta/Warna Proses. 
  • Kenapa warna black menjadi warna Key? Sebab menurut teori warna, huruf K dari singkatan Key itu berarti warna kunci, sehingga tanpanya warna jadi tidak lengkap,  ketika warna C, M, dan Y dicampur maka akan didapatkan warna Black
  • CMYK memiliki minimum resolusi 300* dpi (dots per inchi)

Unsur warna RGB?

  • RGB merupakan 3 warna additive yang digunakan untuk display monitor seperti TV, komputer, web, smartphone dan scanner. Ketiga warna tersebut yaitu R-ed, G-reen, dan B-lue. RGB disebut additive color atau bahasa lainnya warna pencahayaan. 
  • Warna RGB ditampilkan selalu terang dan menyenangkan, namun tampilan warna RGB akan maksimal bila didukung dengan komputer yang memiliki graphic card yang bagus serta monitor LCD.
  • RGB memiliki minimum resolusi 72 ppi (pixel per inchi).

Contoh perbandingan gambar dengan unsur warna RGB (kiri) dan CMYK (kanan)

Kesimpulan :

Bagi seorang desainer grafis ataupun yang berkecimpung di dunia printing, perhatikan selalu tujuan output yang ingin dihasilkan.

Jika ingin mencetak hasil desain ataupun gambar, pastikan warna dari final desain/gambar dikomputer yang semula RGB diubah menjadi CMYK agar warna hasil cetak desain yang didapatkan maksimal. Jangan lupa perhatikan selalu minimun resolusi desain/gambar untuk mendapatkan kualitas hasil yang sempurna.

Saat file mau di cetak, pastikan file di simpan dalam format CMYK untuk menghindari perubahan warna yang signifikan. Selain itu, pastikan juga file sudah dalam format PDF (ekstensi .pdf) agar proses pencetakan lebih cepat dan menghindari susunan grafis pada file menjadi berantakan.

Untuk informasi lebih jelas terkait CMYK vs RGB serta solusi kebutuhan cetak dokumen, jangan ragu dan langsung aja hubungi Jakarta Copy Center!

Jangan lupa follow instagram Jakarta Copy Center dan dapatkan informasi terkini lainnya hanya di @jakartadigitalcenter